Minggu, 12 Juni 2011

Cerita Anak Lulus SMA

YES. Kata pertama setelah aku lulus dan menjalani kehidupan setelahnya, libur,libur,libur. YES, everyday is sunday. Bangun siang, cuci baju, bersih-bersih rumah, makan, tidur, jalan-jalan gak jelas, dsb. Hubungan dengan keluarga ku pun baik saja terlampau baik malah, papa sudah pulang dari tugasnya disana dan semua kembali normal. Sayang kakak terlalu malas untuk mengangkat tubuhnya dari kursi ini untuk bermain game online dan jarang bantu-bantu mama. Untung saja dia sudah tidur dan sekarang saat ku untuk mulai melanjutkan blog yg terbengkalai ini...

Bout me and God, belum begitu mulus, aku baru akan memulai katekisasi selasa depan bersama teman ku sebut saja Dechi (panggilan sayangku), tapi sayang Nana (SV) tidak ikut :( dia memilih katekisasi di pulau dewata, kareana dia akan melanjutkan study nya disana jadi ya sekalian saja.
Iga. YES, dia sudah katekisasi+baptis (terajin) :D

Me and my friends... Hmm cukup baik, tapi ya jarang-jarang saya menghubungi mereka. Jujur :) Memang paling enak tu saat sekolah, karena setiap hari (kecuali hari libur) pasti kita bertemu, berkomunikasi tiap hari duduk di bangku masing-masing sesuai keadaan yang ada. Teman-teman sekitar bangku dan teman-teman yang jauh dari bangku ku. Semua cerita berawal dari sini friends :)) Tapi kalau sudah terpisah begini mau bagaimana pun, harus sadar dari dalam diri masing-masing untuk tetap kabar-kabar. Semoga saaajaaa besok setelah kita sibuk dengan dunia masing-masing, kita tidak lupa. Aku juga kadang juga suka lupa karena terlalu sibuk di dunia ku sendiri :( Sorry bongs...

Me and the boys... Kacau carut marut. Semua diembat, semua gak karuan. Mulai dari yg sudah berpunya, mulai dari temannya teman ku, mulai dari yang terdahulu, mulai dari orang-orang baru. YES, semua ada semua dekat dan kemudian menjauh perlahan layaknya debu tersapu angin.
Aku ini seperti menyapu debu!
Bagaimana bisa bersih kalau debu itu disapu?
yang ada meninggalkan jejak debu tipis dan
yang lain nya terbang terbawa angin.

Saya letih. Saya takut jatuh cinta.
Karena setiap saya menaruh perasaan itu,
nantinya saya akan sakit,
oh tidak hanya aku,
tapi lawan ku juga,
orang yang ku cintai juga akan tersakiti.
Adakah cinta yang tak berbekas sakit penyakit?

Saya jadi teringat mantan saya.
Dia semakin besar :D
Dan semoga tak hanya badannya tapi juga pendewasaan dirinya :)
Saya tau jodoh kita sudah diatur disana.
Tapi apa daya hidup ku luntang-lantung tanpa partner?


HAHAHA... cerita anak baru lulus SMA :p


Berdoa teruslah, Dinanda, untuk orang-orang yang kamu cintai, kamu benci dan orang yang pernah menyakiti hatimu...
Karena mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar